Menjaga Sustainabilitas Yayasan Melalui Pelatihan Manajemen Unit

(Deskripsi Kegiatan Pelatihan Manajemen Unit)
Oleh : Didi Suradi, M. Pd
“Sekolah harus mengetahui dimana posisi saat ini diantara para pesaingnya.” Demikian dikatakan Pak H. Gerry Salahudin Nasutiaon, M. Sc. M.SE selaku Ketua Yayasan Al Muslim Tambun, saat memberikan kata sambutan pada pembukaan Pelatihan Manajemen yang diselenggarakan oleh Pusat Sumber Belajar Yayasan AL Muslim Tambun Pada Jumat, 30 Januari 2015.

Dengan mengetahui posisinya dalam persaingan, maka sekolah akan melakukan berbagai langkah strategis dalam menghadapinya. Selain itu beliau juga mengamanatkan agar para pemimpin unit peka terhadap berbagai perubahan yang terjadi. Mengingat saat ini banyak sekali berbagai isu yang berkembang seputar dunia pendidikan. Harapan beliau sekolah dapat menjadi benchmark atau sumber rujukan bagi sekolah lainnya. Jika dahulu yayasan al muslim pernah menjadi sekolah terbesar dan terbaik di Bekasi, karena memiliki kurikulum khas yang tidak dimiliki sekolah lain, maka saat ini sudah banyak sekolah yang memiliki keunggulan sejenis. Maka Pak Gerry meminta manajemen untuk selalu melakukan evaluasi terhadap kurikulum khas yang ada saat ini.

Sambutan Pak Gerry

Sambutan Pak Gerry

Kegiatan pelatihan manajemen sendiri diselenggarakan dengan tujuan memberikan bekal ilmu kepemimpinan kepada para calon manajemen unit agar lebih terampil dan siap jika diberi tugas sebagai kepala sekolah dan wakilnya dimasa yang akan datang. Dengan kegiatan ini para calon kepala sekolah dan wakilnya akan lebih mampu melaksanakan tugas pokok dan aksi (Tupoksi) dengan baik.
Pelatihan yang diselenggarakan selama dua hari ini yaitu jumat-sabtu, 30-31 Januari 2015 ini, diikuti oleh 31 peserta dari unsur manajemen unit yang saat ini sedang menjabat 13 orang, kepala urusan 3 orang dan calon manajemen baru 15 orang, di dampingi oleh 2 orang kepala bidang.

Materi yang diberikan pada pelatihan ini antara lain, menjadi kepala sekolah profesional yang disampaikan oleh Drs. H. Isep Djuanda, M. Pd. MM. Rencana pengembangan lembaga oleh Ir. Hj. Erlina Nasution, M. Pd, Tematik leadership oleh Drs. H. Masyhuda, M. Pd, SDM dalam menunjang efektifitas pendidikan oleh Ir. Hj. RSY. Kusumastuti, MDM, Mensikapi keberagaman dalam membangun sinergi oleh Sukyadi, S. Pd, Kiat efektif membangun super tim oleh Drs. H. Kamaruddin H. Husein, M.Si, Leadership games Oleh Drs. Mirza Agus W, dan Penilaian kinerja guru oleh Ahmad Fadil Awaludin, SE., MM.

Para peserta yang luar biasa

Para peserta yang luar biasa

Pak Isep menekankan bahwa, sebagai kepala sekolah profesional hendaknya selalu membuat parameter diri apakah sudah memiliki peran yang baik atau belum. Selain itu beliau juga mengingatkan untuk selalu menjaga kualitas sekolah. Alasannya, kualitas tidak pernah ada batasnya karena selalu bersaing dengan perubahan, karena itu jangan pernah menunggu, mulailah dari yang paling mungkin dijalankan.

Pak Isep menyampaikan materi menjadi kepala sekolah profesional

Pak Isep menyampaikan materi menjadi kepala sekolah profesional

IMG_2038

Materi Kebijakan Pengembangan Lembaga Disampaikan Bu Lina

Selanjutnya Bu Lina memaparkan tentang tahapan pengembangan lembaga. Diawali dengan proses pemahaman, membangun kesadaran dan kebangkitan, mensucikan diri dari sifat dengki, jahil, dan subjektif, dilanjutkan dengan jihad dan terakhir core believe, yaitu menyerahkan segala hasil perjuangan kepada sang pencipta dan menganggap semua yang dilakukan sebagai bagian dari ibadah.
Bu Lina juga mengatakan pentingnya bekerja dengan hari nurani. Setiap unsur yang terlibat dalam lembaga agar melaksanakan tugasnya dalam bingkai spiritualitas.

Narasumber ketiga adalah Pak Mashuda. Beliau mengajak seluruh peserta berdiskusi mengenai pembelajaran leadership. Sebagai seorang yang sangat memahami ilmu leadership, beliau banyak memberikan contoh penerapan leadership life skill dalam pembelajaran. Sebagai contoh, tujuh keterampilan yang dipelajari dalam leadership dapat digunakan sebagai alat evaluasi diri. Misalnya jika seseorang ingin menjadi seorang kepala sekolah yang baik, maka jika ditinjau dari sudut mengenal diri, apakah kelebihan dan kekurangan yang dimiliki? Dari sisi kemampuan komunikasi, apakah sudah baik? Lalu dari segi akhlak, apakah bisa dijadikan suri tauladan? Jika ditinjau keterampilan mengambil keputusan, apakah dapat melakukannya secara tepat dan bijaksana? dan sebagainya.

Semua Civitas Akademika harus menjiwai leadership. Demikian disampaikan Pak Huda

Semua Civitas Akademika harus menjiwai leadership. Demikian disampaikan Pak Huda

Tak lupa, beliau juga berpesan, agar guru tidak hanya mengajarkan leadership untuk siswa, tetapi juga untuk dirinya. Terakhir beliau meminta agar seluruh civitas akademika yang ada di sekolah dapat menjiwai leadership, agar manfaat leadership dapat dirasakan siswa pada saat belajar, bukan setelah lulus.
Berikutnya Bu Kus, beliau memberikan materi tentang sumberdaya manusia dalam menunjang efektifitas pendidikan. Bu Kus mengawali materinya dengan menyampaikan input, proses dan output pendidikan. Peserta diberikan gambaran pentingnya memahami ketiga siklus ini.

Bu Kus menyampaikan materi tentang SDM dalam menunjang efektifitas pendidikan

Bu Kus menyampaikan materi tentang SDM dalam menunjang efektifitas pendidikan

Selanjutnya Bu Kus menekankan pentingnya sumberdaya manusia dalam mengelola pendidikan. Karena itu beliau meminta kepada manajemen unit untuk senantiasa meningkatkan kompetensi guru dan pegawai lainnya agar, sehingga output yang diharapkan dapat sesuai dengan visi dan misi yayasan.
Selain sumberdaya manusia, tak kalah pentingnya adalah sarana prasarana pendidikan. Dalam hal ini beliau menekankan pentingnya memanfaatkan teknologi informasi. Berbagai fasilitas yang disediakan oleh teknologi informasi seperti e-library, e-learning dan e-book, harus dimanfaatkan secara maksimal.

Materi Bu Kus ini menutup kegiatan pelatihan di hari pertama. Selanjutnya peserta dipersilahkan istirahat shalat ashar dan mandi. Kegiatan baru akan dilanjutkan pada pukul 18.00 wib. untuk melaksanakan shalat maghrib berjamaah, setelah itu makan malam, dan shalat isya berjamaah. Baru pada pukul 20.00 wib peserta berkumpul kembali untuk mendapatkan materi dari Pak Sukyadi, S. Pd tentang Mensikapi keberagaman dalam membangun sinergi.
Dengan sangat menarik Pak Yadi memaparkan berbagai perbedaan yang ada pada yayasan al muslim Tambun. Perbedaan ini disebabkan karena latar belakang pendidikan, budaya, dan faktor lainnya. Namun menurut beliau, perbedaan tersebut jangan dipandang sebagai rintangan atau hambatan dalam berorganisasi. Tetapi perbedaan tersebut dapat dijadikan sebuah kekuatan jika mampu menciptakan suatu sinergi. Selanjutnya Pak Yadi meminta peserta pelatihan mengisi angket tes kepribadian. Tes ini digunakan untuk mengetahui kepribadian seseorang apakah introvert atau ekstrovert. Tes ini juga digunakan untuk mengetahui kecenderungan seseorang terhadap pekerjaannya.
Setelah mengisi angket tersebut, Pak Yadi mengulas dan memberikan gambaran tentang hasilnya. Tak lupa, beliau juga memberikan solusi dari bagaimana menghadapi seseorang dengan kepribadian tertentu.

Artis Papan Atas Al Muslim

Artis Papan Atas Al Muslim

Artis Populer Sepanjang Masa

Artis Populer Sepanjang Masa

Kegiatan selanjutnya adalah hiburan dan ramah tamah. Meskipun malam semakin larut, tetapi antusiasme peserta tetap tinggi. Sambil berbincang, peserta dihibur oleh para penyanyi dadakan. Diiringi permainan keyboard Pak Didi, peserta secara bergantian menyanyi menghibur peserta lainnya. Suasana semakin hangat karena disuguhi makanan tradisional kacang, singkong, ubi dan jagung rebus, serta minuman bandrek yang hangat.

Artis Pendatang Baru

Artis Pendatang Baru

Lewat pukul 23.00 wib, peserta mulai terlihat lelah dan mulai mengantuk. Merekapun mulai meninggalkan ruangan untuk istrirahat. Walaupun tidur di ruang kelas, namun cukup nyaman untuk tempat beristirahat.
Pukul 03.30 wib, beberapa peserta sudah bangun dan melaksanakan qiyamullail. Sampai akhirnya seluruh peserta dapat melaksanakan qiyamullail. Setelah adzan subuh, peserta melaksanakan shalat berjamaah dipimpin ustadz TB. Saepul Rahman.
Agenda hari sabtu, 31 Januari 2014, diawali dengan olah raga dipimpin Bu Reni. Peserta Nampak bersemangat mengikuti setiap instruksi yang diberikan. Selesai berolah raga, Pak mirza mengajak peserta mengikuti kegiatan leadership games. Ada tiga permainan yang disuguhkan, pertama permainan permainan menyebrang sungai dengan ban. Tetapi tidak diatas sungai yang sesungguhnya. Setiap kelompok berdiri diatas satu ban kemudian berpindah ke ban berikutnya sampai ke sebrang sungai. Game dkdua bermain engrang segitiga. Satu peserta berdiri di atas egrang untuk mengendalikan maju mundur. Sementara peserta lainnya menjaga keseimbangan egrang dengan memegang tali dibeberapa sisinya. Game terakhir adalah menguji kekompakan dengan bermain angklung. Seluruh peserta nampak bergembira dan puas mengikuti kegiatan ini.
Jam 08.30 wib, kegiatan dilanjutkan dalam ruangan untuk mendapatkan materi penilaian kinerja guru dari Pak Yudi. Beliau menjelaskan format penilaian kinerja guru versi terbaru. Banyak pertanyaan dari peserta mengenai mekanisme penilaian dan kebijakan kurikulum yang digunakan yayasan. Alhamdulillah semua pertanyaan tersebut dapat dijawab dan dijelaskan Pak Yudi dengan runtut dan gamblang.

Pak Yudi menyampaikan materi tentang penilaian kinerja guru

Pak Yudi menyampaikan materi tentang penilaian kinerja guru

Sesi terakhir adalah pemaparan materi dari Pak Kamarudin tentang kiat membangun supertim. Beliau menyimpulkan bahwa beberapa kegiatan yang dilakukan selama pelatihan sudah menggambarkan kerja supertim. Beliau juga berharap agar supertim tetap harus dijaga dan ditingkatkan mutunya, agar pencapaian visi dan misi yayasan dapat tercapai dengan optimal.

Pak Kamarudin menyampaikan materi tentang kiat membangun supertim
Tibalah saatnya penutupan. Namun sebelumnya peserta diajak untuk bermain angklung, termasuk ketua yayasan, pembina, pengawas, pengurus dan kepala bidang ikut serta.

Kiat Membangun Super Tim Dari Pak Kamarudin

Kiat Membangun Super Tim Dari Pak Kamarudin

Permainan angklung ini sebagai simbolisasi dari kerja supertim dan sinergi. Setiap peserta memegang satu buah angklung, dan memainkannya saat nada yang dipegangya harus berbunyi. Ternyata, walaupun banyak peserta yang baru pertama kali bermain angklung, mereka dapat bermain dengan sangat baik mengikuti irama dan nada yang ditentukan. Permainan ini melatih disiplin, percaya diri, serta kerjasama yang baik diantara para pemain lainnya.

Menciptakan harmonisasi dengan bermain angklung bersama

Menciptakan harmonisasi dengan bermain angklung bersama

Selanjutnya adalah amanat dan pengarahan dari ketua dan pembina yayasan al muslim. Beliau berdua merasa puas dan menilai positif kegiatan pelatihan ini, bahkan berharap ada tindak lanjut agar ilmu kepemimpinan dapat diaplikasikan dalam keseharian. Wassallam. (DS)

By kangdidisuradi - Jika Ingin berhasil harus berani menerima tantangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s