Menjadi Guru Yang Dikenang

Oleh    :  Didi Suradi, M. Pd

Zaidan adalah anak pertama saya, kelas 6 sekolah dasar. Pernah suatu ketika saya mengatakan hal yang sangat konyol padanya saat melintas disebuah makam. “Nak, kalau kita lewat di kuburan harus hati-hati, pikiran kita jangan sampai kosong, nanti pikiran kita dimasuki syetan.” Kalimat itu mengalir begitu saja tanpa dipikirkan akibat selanjutnya. Satu hal yang mengejutkan saya terima dari jawaban Zaidan, “Bapak, kata pak guru, dikuburan itu gak ada syetan, karena disini banyak malaikat. Syetan gak berani sama malaikat.” Jawaban itu sangat masuk akal, meskipun saya gak terlalu yakin seperti itu kenyataannya. Begitupun sewaktu saya meniup mie instan yang akan saya berikan pada Alisha adiknya, Zaidan bilang “Pak, kata bu guru, makanan gak boleh ditiup meskipun panas, karena sisa pembakaran yang dikeluarkan melalui mulut kita akan bergabung dengan H2O. Jika air itu kita minum berarti kita juga, minum racun”  ini juga jawaban logis dan sangat ilmiah. Hal lainnya saat saya minta dia makan menggunakan sendok dan garpu, dia menjawab, “Kata Pak guru, Rasulallah mengajarkan kita makan menggunakan tangan”. Lagi-lagi dia menyebutkan pak guru dan bu guru  untuk berbagai alasan ketika dia berargumentasi dengan saya bapaknya.

Pelajaran yang bisa diambil dari cerita ini adalah, betapa Zaidan menjadikan guru-gurunya sebagai sumber referensi dalam hidupnya. Tidak hanya sebagai sumber ilmu pengetahuan, tetapi juga Guru-gurunya menjadi sumber inspirasi, sumber motivasi, sehingga dia selalu mendapatkan ide untuk menyatakan banyak hal. Zaidan akan sibuk dengan botol-botol plastik atau kertas bekas di rumah. Dia membuat sesuatu yang sama sekali tak terbayangkan oleh saya. Dia mencoba mempraktekkan kembali pengetahuan yang didapatkannya dari sekolah. Sungguh hebat peran gurunya di sekolah, Sehingga mampu menularkan kekuatan untuk mengeksplorasi berbagai pengetahuan yang di dapat.

Selain sebagai orang tua, saya juga seorang guru. Dan satu hal yang sangat mengganggu pikiran saya, apakah saya sudah seperti guru-gurunya Zaidan yang mampu memberikan inspirasi bagi murid-murid saya? Dan saat mereka lulus nanti, apakah saya akan tetap dikenang oleh mereka? akan dikenang sebagai guru yang bagaimana? Pakah sebagai guru yang memberikan inspirasi? guru yang baik? guru yang galak? guru yang lucu? guru yang cerdas? guru yang kreatif? Atau sebagai guru apa?

Rasanya belum banyak yang saya lakukan buat mereka. Cuma keinginan untuk menjadi seorang guru yang selalu dikenang baik oleh murid-murid, membuat saya harus terus berupaya memberikan yang terbaik buat mereka.

Lalu bagaimana dengan anda?

 

 

By kangdidisuradi - Jika Ingin berhasil harus berani menerima tantangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s