Tahfidz oh Tahfidz

Oleh : Didi Suradi, M. Pd

 

Tiba masa ujian semesteran lagi. semeser gasal tahun pelajaran 2011/2012. Ada satu persyaratan yang harus diselesaikan siswa untuk bisa mengikuti ujian ini, yaitu menyelesaikan target  hafalan quran atau tahfidz.

Persyaratan ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Sudah diketahui siswa dan orangtuanya bahkan  tertulis dalam standar operasional prosedur (SOP) sekolah. Herannya, masih saja ada siswa yang sulit mencapai target tersebut. Yang lucu, mereka justru kesal dengan tahfidz sebagai syarat ikut ujian. Mereka pikir hal ini menjadi penghambat belajar mereka.

Anak-anakku sayang, satu hal yang harus kalian pahami. Kita ini seorang muslim. Kalian adalah generasi muslim. Siapa lagi yang akan menjaga al quran dimuka bumi ini kalau bukan kita sebagai seorang muslim? menghapal alquran adalah salah satu kewajiban kita dalam upaya menjaga alquran dimuka bumi ini.

Jika banyak lagu yang kalian hapalkan. Jika banyak cerita yang kalian hapalkan. kenapa menghapal alquran kalian keluhkan?

Kalaupun tahfidz dijadikan persyaratan untuk mengikuti ujian semester, hal ini dilakukan agar memaksa kalian untuk menghapal alquran. Jika tidak seperti ini, maka kalian hanya akan asyik dengan kesenangan dunia saja, dan lupa akan  akhirat.

Sekali lagi, mari sama-sama kita menjaga al quran dimuka bumi, agar kita semua selamat. Beruntung sekolah kita mengharuskan siswanya menghapal alquran, jika tidak? kalian pikirkan jawabannya!

By kangdidisuradi - Jika Ingin berhasil harus berani menerima tantangan

2 comments on “Tahfidz oh Tahfidz

  1. Ya…pak, alhamdulillah sekolah bapak ada persyaratan untuk mengikuti ujian semester ini…cuma gmana caranya yaa…agar persyaratan ini tidak dijadikan beban untuk mereka…PR juga nih pak bagi kita khususnya para pendidik untuk mencari stragegi,metode, siasat atau apalah yang membuat jstru hal ini menyenangkan buat mereka…

    • terimakasih atas komentarnya. sebenarnya sekolah kami membuat target yang berbeda untuk masing-masing kelas disesuaikan dengan tingkatannya. kami berikan waktu khusus untuk mereka di freshmorning (dilakukan 40 menit menjelang kbm berlangsung) atau diwaktu-waktu senggang lainnya. ada juga guru khsusus yaitu guru tilawati (2 jp/minggu) setiap pagi disetelkan murotal sesuai dengan batas hapalan mereka. dan beberapa cara lainnya. sekarang tinggal bagaimana memberikan pemahaman pada siswa bahwa tahfidz adalah kebutuhan bukan sekedar kewajiban. jadi sama sekali bukan beban. tapi percayalah, bahwa yang merasa berat dengan tahfidz hanya sebagian kecil siswa saja. saya sendiri akhirnya menyadari bahwa jalan berdakwah memang tidak semulus yang kita inginkan. semoga kita tetap istiqomah dan sabar. salam kenal ya bu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s