Puasa seperti Fakir Miskin

<
Disebuah lembaga pendidikan dimana yang bersekolah disana adalah anak-anak dari masyarakat kelompok golongan menengah keatas. Biaya pendidikan disekolah ini sangat tinggi.
Pada suatu ketika sekolah ini mengadakan acara buka puasa bersama. Menu takjil yang disediakan adalah hanya segelas air putih dan 3 butir kurma saja. Hampir seluruh siswa di sekolah ini protes dengan menu seperti itu. Mereka pikir, dengan uang bayaran sekolah yang mereka bayar tak pantas hanya berbuka dengan makanan seperti ini. Tetapi kegiatan terus berlangsung. Proses takjil berlangsung cepat dilanjutkan dengan shalat maghrib berjamaah. Setelah shalat selesai, barulah mereka semua makan malam.
Keesokan harinya, sekolah disibukkan melayani complain dari orang tua murid mengenai menu berbuka kemarin. Mereka protes karena merasa telah membayar mahal uang sekolah. Menanggapi protes seperti ini sekolah menjelaskan, bahwa hal seperti itu perlu diajarkan pada siswa. Sekolah menyadari bahwa dirumah masing-masing setiap siswa pasti bergelimang kemewahan dengan hidangan yang lengkap. Tapi apakah hal itu perlu juga dilakukan di sekolah? Dilembaga pendidikan? Lalu apa fungsi sekolah?
Rasulallah SAW cukup berbuka dengan segelas air putih dan 3 butir kurma saja. Dan siswa harus tahu itu. Puasa bukan aktivitas yang menyiksa manusia dengan rasa haus dan lapar. Dan berbuka bukan aktivitas balas dendam dengan menyantap apa saja yang diinginkan.
Jika tujuan berpuasa adalah turut merasakan penderitaan orang-orang miskin yang sulit mencari makan. Apakah dengan bermewah-mewah pada saat berbuka tujuan tersebut akan tercapai? Sama sekali tidak. Jika biaya hidup dibulan puasa justru lebih tinggi disbanding bulan-bulan lainnya,maka puasa takakan meninggalkan bekas apa-apa.
Jika kita belum bisa berpuasa seperti puasanya nabi, sahabat dan alim ulama yang sholeh, maka marilah kita berpuasa dengan merasakan apa yang dirasakan oleh fakir miskin. Jangan berlebih-lebihan dan jangan bermewah-mewahan.
Wallahu alam.

By kangdidisuradi - Jika Ingin berhasil harus berani menerima tantangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s