Haruskah Berakhir Seperti Ini

Oleh : Didi Suradi, M. Pd

Beberapa dari kami harus mengalami hal ini, datang dengan baik-baik, bekerja dengan baik, namun berhenti dengan keterpaksaan. Siapa yang salah? Kita mau melihat dari sudut pandang siapa? Semua merasa benar.

Tak ada jaminan kita akan menjadi pegawai yang “disayang” selamanya. Benar juga nasehat beberapa teman, Jangan merasa jadi orang yang paling diandalkan. Merasa diri paling mampu, bekerja multy tasking, semua jiwa raga dicurahkan pada pekerjaan. Kadang-kadang kesehatan dan urusan pribadi diabaikan demi loyalitas. Namun akhirnya?

Setiap yang pergi tidak semua pergi dengan kepala tertunduk. Semua ingin membuktikan bahwa menjadi yang terbaik tidak mesti harus di tempat ini. Justru diluar sana banyak kesempatan untuk berekspresi.

Semoga tidak terjadi lagi.

 

By kangdidisuradi - Jika Ingin berhasil harus berani menerima tantangan

Debat Calon Ketua OSIS

Reportase : Didi Suradi

Enerjik dan penuh semangat! Kata-kata yang tepat untuk menggambarkan penampilan keempat kandidat ketua OSIS periode 2015-2016 dalam acara debat calon. Selain itu mereka sangat cerdas dalam memaparkan visi dan misi yang akan dijalankan jika terpilih menjadi ketua OSIS.

Pagi ini, Senin, 16 Februari 2015, pukul 08.00 wib, ratusan siswa kelas SMP al muslim memenuhi aula mengikuti paparan visi dan misi dari calon ketua OSIS mereka. Suasana nampak begitu seru dan penuh persaingan diantara para pendukung. Yel-yel dan teriakan-teriakan menyemangati penampilan masing-masing calon saat menyampaikan visi dan misinya di atas podium. Sampai-sampai pak Mansur sebagai moderator, beberapa kali mengingatkan audiens agar tenang.

Bagas Abimanyu

Bagas Abimanyu

Empat Kandidat Ketua OSIS Periode 2015-2016

Empat Kandidat Ketua OSIS Periode 2015-2016

Keempat kandidat itu adalah Arinal Haqa Wiratama yang memiliki semboyan “mendengarkan dan mewujudkan aspirasi anda!”. Ia memandang SMP al muslim sudah memiliki siswa-siswa berpotensi, karena itu visinya adalah mendorong pengembangan potensi siswa melalui kegiatan peningkatan minat dan bakat. Selain itu Wira (nama panggilannya) bertekad meningkatkan karakter disiplin dan tanggungjawab siswa. Program lainnya adalah ajakan untuk mencintai lingkungan hidup, alasannya hal ini sejalan dengan ajaran agama islam.

Kandidat berikutnya yaitu Syafira Nur Tazkia. Jika terpilih nanti, Ia bertekad meningkatkan IMTAQ para siswa dengan cara melakukan koordinasi dengan bidang ROHIS agar senantiasa melaksanakan kegiatan keagamaan di sekolah. Dengan semboyan “I will try my best to give you the best and make both of us the best”, Syafira juga mengajak para siswa untuk selalu taat aturan sekolah.

Arinal Haqa Wiratama

Arinal Haqa Wiratama

Yang paling menarik, Ia bertekad mengembangkan minat dan bakat siswa melalui kegiatan kesenian, olahraga dan pendidikan.

Kandidat Ketiga adalah Bagas Abimanyu, semboyan yang dimilikinya adalah, “satukan suara, satukan hati”. Tekadnya jika terpilih nanti ingin meningkatkan kualitas program kerja OSIS.

Syafira Nur Tazkia

Syafira Nur Tazkia

Selain itu, Ia juga bercita-cita meningkatkan performance siswa dengan selalu menjaga kerapihan dan kesopanan berpakaian.

Dalam bidang pengembangan minat dan bakat, Ia memprogramkan kegiatan pentas seni dan lomba antar kelas secara kontinyu. Dalam bidang sosial kemasyarakatan, Ia memprogramkan kegiatan bakti sosial dan cinta lingkungan.

Kandidat terakhir adalah Alia Rif’at. Semboyannya, “one step more to be the best, Bismillah!”, Alia bertekad meningkatkan kualitas sekolah dengan cara mengoptimalkan kegiatan sekolah agar lebih bermanfaat.
Program unggulannya adalah menyiapkan wadah berkreatifitas bagi siswa, misalnya mengadakan pekan seni dan olah raga untuk meningkatkan rasa berkompetisi diantara para siswa.

Alia Rif'at

Alia Rif’at

Selesai memaparkan visi dan misi, selanjutnya para kandidat diuji oleh tim panelis yang terdiri dari Bu Ipu, Bu Iis Soliha dan Bu Melly. Panelis menanyakan langkah kongkrit dari setiap calon dalam mencapai visi dan misinya. Semua pertanyaan dijawab dengan sangat baik oleh keempat kandidat.

Moderator debat dan panelis

Moderator debat dan panelis

Melalui debat ini diharapkan para pemilih memahami visi, misi dan program kerja dari calon ketua OSIS, sehingga mereka tidak salah pilih.

Pemilihan akan dilaksanakan pada Rabu, 18 Februari 2015. Semoga semua berjalan lancar dan seluruh siswa tetap menjaga sportivitas, sehingga proses pemilihan ketua OSIS dapat dijadikan sarana pembelajaran demokrasi yang baik dan benar. (DS)

By kangdidisuradi - Jika Ingin berhasil harus berani menerima tantangan

Mempertahankan Ciri Khas Sekolah

Oleh : Didi Suradi, M. Pd

Setiap sekolah memiliki ciri khas masing-masing. Hal inilah yang menjadi faktor pembeda dengan sekolah lainnya. Sejalan dengan hal tersebut, para pengguna jasa semakin cerdas memilih sekolah mana yang paling memiliki keunggulan dan layak dijadikan pilihan. Persaingan antar sekolahpun semakin meningkat. Dampak positifnya adalah, masing-masing berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik bagi peserta didik, dengan demikian maka kualitas pendidikan akan semakin meningkat pula.
Bagi sekolah swasta, memiliki kurikulum khas merupakan nilai jual yang perlu terus dipertahankan. Tanpa mengabaikan kurikulum lainnya, porsi penyampaian kurikulum khas harus diutamakan, agar performance lulusan menunjukkan profil yang berbeda dengan sekolah lainnya. Jika profil lulusan memenuhi kepuasan para pengguna jasa, maka kepercayaan terhadap sekolah akan terus meningkat.

Melukis dinding bertema lingkungan hidup : contoh pembelajaran green education

Melukis dinding bertema lingkungan hidup : contoh pembelajaran green education

Begitu juga dengan yayasan al muslim. Pendidikan leadership dan green education merupakan kurikulum khas yang menjadi nilai jual sekaligus merupakan pembeda dengan sekolah lainnya. Karena merupakan nilai jual, maka kedua bidang studi ini perlu terus dikembangkan dan dipadupadankan dengan perkembangan jaman.
Setiap ilmu pengetahuan senantiasa mengalami perubahan, maka sebagai ilmu pengetahuan, leadership dan green education seharusnya juga mengalami perubahan. Hal inilah yang melatar belakangi mengapa kedua bidang studi ini harus selalu dikaji dan diuji agar dapat terus up to date. Alasannya, Kemanfaatan leadership dan green education bukan untuk masa lalu dan saat ini saja, tetapi juga untuk masa yang akan datang. Karena itu, keduanya perlu terus di update sehingga memenuhi aspek kekinian.
Prinsipnya, ciri khas sekolah perlu dipertahankan karena hal itu merupakan nilai jual. Jika ciri khas sekolah diabaikan perkembangannya, lalu apa yang dapat kita banggakan?
Yang perlu dipikirkan saat ini adalah, bagaimana mengambangkan leadership dan green education? Serta bagaimana mempertahankan keduanya agar tetap menjadi ciri khas sekolah?
Seperti diketahui saat ini banyak sekali sekolah yang menggunakan konsep pendidikan kepemimpinan dan pendidikan lingkungan hidup sebagai kurikulum khasnya. Sekolah berikut ini http://www.cendekialeadershipschool.sch.id/ adalah salah satu contohnya, dan masih banyak contoh sekolah lainnya di sekitar kita. Karena itu, mengembangkan kurikulum khas adalah prioritas, dan perlu segera dilakukan.
Pembentukan gugus bidang studi saja tidaklah cukup, karena para guru yang terlibat tidak fokus memikirkan pengembangan. Tugas utama mereka adalah mengajar dengan beban lebih dari 24 jam pelajaran per minggu, ditambah dengan tugas sebagai wali kelas. Apalagi ada guru leadership dan green education yang juga rangkap mengajar bidang studi lainnya. Pengembangan kedua bidang studi ini tidak bisa dilakukan dengan cara “disambi”. Pengembangan leadership dan green education tidak hanya membuat Lembar Kerja Siswa (LKS) saja, tetapi juga perlu mengembangkan buku-buku yang dipatenkan sehingga tidak dapat “diklaim” oleh pihak lain. Selain itu, perlu melakukan studi banding, evaluasi, monitoring implementasi, brainstorming untuk melakukan revisi, membaca referensi, mengembangkan media, melakukan pelatihan, dan banyak lagi.
Tanpa bermaksud negatif, apa yang sudah dilakukan selama ini belum cukup berhasil memberikan ruh pada setiap civitas akademika. Leadership dan green education belum menjiwa pada 100% warga al muslim. Apakah hal ini disadari oleh setiap guru di sekolah kita?. Wallahu alam. (DS)

By kangdidisuradi - Jika Ingin berhasil harus berani menerima tantangan

Menjaga Sustainabilitas Yayasan Melalui Pelatihan Manajemen Unit

(Deskripsi Kegiatan Pelatihan Manajemen Unit)
Oleh : Didi Suradi, M. Pd
“Sekolah harus mengetahui dimana posisi saat ini diantara para pesaingnya.” Demikian dikatakan Pak H. Gerry Salahudin Nasutiaon, M. Sc. M.SE selaku Ketua Yayasan Al Muslim Tambun, saat memberikan kata sambutan pada pembukaan Pelatihan Manajemen yang diselenggarakan oleh Pusat Sumber Belajar Yayasan AL Muslim Tambun Pada Jumat, 30 Januari 2015.

Dengan mengetahui posisinya dalam persaingan, maka sekolah akan melakukan berbagai langkah strategis dalam menghadapinya. Selain itu beliau juga mengamanatkan agar para pemimpin unit peka terhadap berbagai perubahan yang terjadi. Mengingat saat ini banyak sekali berbagai isu yang berkembang seputar dunia pendidikan. Harapan beliau sekolah dapat menjadi benchmark atau sumber rujukan bagi sekolah lainnya. Jika dahulu yayasan al muslim pernah menjadi sekolah terbesar dan terbaik di Bekasi, karena memiliki kurikulum khas yang tidak dimiliki sekolah lain, maka saat ini sudah banyak sekolah yang memiliki keunggulan sejenis. Maka Pak Gerry meminta manajemen untuk selalu melakukan evaluasi terhadap kurikulum khas yang ada saat ini.

Sambutan Pak Gerry

Sambutan Pak Gerry

Kegiatan pelatihan manajemen sendiri diselenggarakan dengan tujuan memberikan bekal ilmu kepemimpinan kepada para calon manajemen unit agar lebih terampil dan siap jika diberi tugas sebagai kepala sekolah dan wakilnya dimasa yang akan datang. Dengan kegiatan ini para calon kepala sekolah dan wakilnya akan lebih mampu melaksanakan tugas pokok dan aksi (Tupoksi) dengan baik.
Pelatihan yang diselenggarakan selama dua hari ini yaitu jumat-sabtu, 30-31 Januari 2015 ini, diikuti oleh 31 peserta dari unsur manajemen unit yang saat ini sedang menjabat 13 orang, kepala urusan 3 orang dan calon manajemen baru 15 orang, di dampingi oleh 2 orang kepala bidang.

Materi yang diberikan pada pelatihan ini antara lain, menjadi kepala sekolah profesional yang disampaikan oleh Drs. H. Isep Djuanda, M. Pd. MM. Rencana pengembangan lembaga oleh Ir. Hj. Erlina Nasution, M. Pd, Tematik leadership oleh Drs. H. Masyhuda, M. Pd, SDM dalam menunjang efektifitas pendidikan oleh Ir. Hj. RSY. Kusumastuti, MDM, Mensikapi keberagaman dalam membangun sinergi oleh Sukyadi, S. Pd, Kiat efektif membangun super tim oleh Drs. H. Kamaruddin H. Husein, M.Si, Leadership games Oleh Drs. Mirza Agus W, dan Penilaian kinerja guru oleh Ahmad Fadil Awaludin, SE., MM.

Para peserta yang luar biasa

Para peserta yang luar biasa

Pak Isep menekankan bahwa, sebagai kepala sekolah profesional hendaknya selalu membuat parameter diri apakah sudah memiliki peran yang baik atau belum. Selain itu beliau juga mengingatkan untuk selalu menjaga kualitas sekolah. Alasannya, kualitas tidak pernah ada batasnya karena selalu bersaing dengan perubahan, karena itu jangan pernah menunggu, mulailah dari yang paling mungkin dijalankan.

Pak Isep menyampaikan materi menjadi kepala sekolah profesional

Pak Isep menyampaikan materi menjadi kepala sekolah profesional

IMG_2038

Materi Kebijakan Pengembangan Lembaga Disampaikan Bu Lina

Selanjutnya Bu Lina memaparkan tentang tahapan pengembangan lembaga. Diawali dengan proses pemahaman, membangun kesadaran dan kebangkitan, mensucikan diri dari sifat dengki, jahil, dan subjektif, dilanjutkan dengan jihad dan terakhir core believe, yaitu menyerahkan segala hasil perjuangan kepada sang pencipta dan menganggap semua yang dilakukan sebagai bagian dari ibadah.
Bu Lina juga mengatakan pentingnya bekerja dengan hari nurani. Setiap unsur yang terlibat dalam lembaga agar melaksanakan tugasnya dalam bingkai spiritualitas.

Narasumber ketiga adalah Pak Mashuda. Beliau mengajak seluruh peserta berdiskusi mengenai pembelajaran leadership. Sebagai seorang yang sangat memahami ilmu leadership, beliau banyak memberikan contoh penerapan leadership life skill dalam pembelajaran. Sebagai contoh, tujuh keterampilan yang dipelajari dalam leadership dapat digunakan sebagai alat evaluasi diri. Misalnya jika seseorang ingin menjadi seorang kepala sekolah yang baik, maka jika ditinjau dari sudut mengenal diri, apakah kelebihan dan kekurangan yang dimiliki? Dari sisi kemampuan komunikasi, apakah sudah baik? Lalu dari segi akhlak, apakah bisa dijadikan suri tauladan? Jika ditinjau keterampilan mengambil keputusan, apakah dapat melakukannya secara tepat dan bijaksana? dan sebagainya.

Semua Civitas Akademika harus menjiwai leadership. Demikian disampaikan Pak Huda

Semua Civitas Akademika harus menjiwai leadership. Demikian disampaikan Pak Huda

Tak lupa, beliau juga berpesan, agar guru tidak hanya mengajarkan leadership untuk siswa, tetapi juga untuk dirinya. Terakhir beliau meminta agar seluruh civitas akademika yang ada di sekolah dapat menjiwai leadership, agar manfaat leadership dapat dirasakan siswa pada saat belajar, bukan setelah lulus.
Berikutnya Bu Kus, beliau memberikan materi tentang sumberdaya manusia dalam menunjang efektifitas pendidikan. Bu Kus mengawali materinya dengan menyampaikan input, proses dan output pendidikan. Peserta diberikan gambaran pentingnya memahami ketiga siklus ini.

Bu Kus menyampaikan materi tentang SDM dalam menunjang efektifitas pendidikan

Bu Kus menyampaikan materi tentang SDM dalam menunjang efektifitas pendidikan

Selanjutnya Bu Kus menekankan pentingnya sumberdaya manusia dalam mengelola pendidikan. Karena itu beliau meminta kepada manajemen unit untuk senantiasa meningkatkan kompetensi guru dan pegawai lainnya agar, sehingga output yang diharapkan dapat sesuai dengan visi dan misi yayasan.
Selain sumberdaya manusia, tak kalah pentingnya adalah sarana prasarana pendidikan. Dalam hal ini beliau menekankan pentingnya memanfaatkan teknologi informasi. Berbagai fasilitas yang disediakan oleh teknologi informasi seperti e-library, e-learning dan e-book, harus dimanfaatkan secara maksimal.

Materi Bu Kus ini menutup kegiatan pelatihan di hari pertama. Selanjutnya peserta dipersilahkan istirahat shalat ashar dan mandi. Kegiatan baru akan dilanjutkan pada pukul 18.00 wib. untuk melaksanakan shalat maghrib berjamaah, setelah itu makan malam, dan shalat isya berjamaah. Baru pada pukul 20.00 wib peserta berkumpul kembali untuk mendapatkan materi dari Pak Sukyadi, S. Pd tentang Mensikapi keberagaman dalam membangun sinergi.
Dengan sangat menarik Pak Yadi memaparkan berbagai perbedaan yang ada pada yayasan al muslim Tambun. Perbedaan ini disebabkan karena latar belakang pendidikan, budaya, dan faktor lainnya. Namun menurut beliau, perbedaan tersebut jangan dipandang sebagai rintangan atau hambatan dalam berorganisasi. Tetapi perbedaan tersebut dapat dijadikan sebuah kekuatan jika mampu menciptakan suatu sinergi. Selanjutnya Pak Yadi meminta peserta pelatihan mengisi angket tes kepribadian. Tes ini digunakan untuk mengetahui kepribadian seseorang apakah introvert atau ekstrovert. Tes ini juga digunakan untuk mengetahui kecenderungan seseorang terhadap pekerjaannya.
Setelah mengisi angket tersebut, Pak Yadi mengulas dan memberikan gambaran tentang hasilnya. Tak lupa, beliau juga memberikan solusi dari bagaimana menghadapi seseorang dengan kepribadian tertentu.

Artis Papan Atas Al Muslim

Artis Papan Atas Al Muslim

Artis Populer Sepanjang Masa

Artis Populer Sepanjang Masa

Kegiatan selanjutnya adalah hiburan dan ramah tamah. Meskipun malam semakin larut, tetapi antusiasme peserta tetap tinggi. Sambil berbincang, peserta dihibur oleh para penyanyi dadakan. Diiringi permainan keyboard Pak Didi, peserta secara bergantian menyanyi menghibur peserta lainnya. Suasana semakin hangat karena disuguhi makanan tradisional kacang, singkong, ubi dan jagung rebus, serta minuman bandrek yang hangat.

Artis Pendatang Baru

Artis Pendatang Baru

Lewat pukul 23.00 wib, peserta mulai terlihat lelah dan mulai mengantuk. Merekapun mulai meninggalkan ruangan untuk istrirahat. Walaupun tidur di ruang kelas, namun cukup nyaman untuk tempat beristirahat.
Pukul 03.30 wib, beberapa peserta sudah bangun dan melaksanakan qiyamullail. Sampai akhirnya seluruh peserta dapat melaksanakan qiyamullail. Setelah adzan subuh, peserta melaksanakan shalat berjamaah dipimpin ustadz TB. Saepul Rahman.
Agenda hari sabtu, 31 Januari 2014, diawali dengan olah raga dipimpin Bu Reni. Peserta Nampak bersemangat mengikuti setiap instruksi yang diberikan. Selesai berolah raga, Pak mirza mengajak peserta mengikuti kegiatan leadership games. Ada tiga permainan yang disuguhkan, pertama permainan permainan menyebrang sungai dengan ban. Tetapi tidak diatas sungai yang sesungguhnya. Setiap kelompok berdiri diatas satu ban kemudian berpindah ke ban berikutnya sampai ke sebrang sungai. Game dkdua bermain engrang segitiga. Satu peserta berdiri di atas egrang untuk mengendalikan maju mundur. Sementara peserta lainnya menjaga keseimbangan egrang dengan memegang tali dibeberapa sisinya. Game terakhir adalah menguji kekompakan dengan bermain angklung. Seluruh peserta nampak bergembira dan puas mengikuti kegiatan ini.
Jam 08.30 wib, kegiatan dilanjutkan dalam ruangan untuk mendapatkan materi penilaian kinerja guru dari Pak Yudi. Beliau menjelaskan format penilaian kinerja guru versi terbaru. Banyak pertanyaan dari peserta mengenai mekanisme penilaian dan kebijakan kurikulum yang digunakan yayasan. Alhamdulillah semua pertanyaan tersebut dapat dijawab dan dijelaskan Pak Yudi dengan runtut dan gamblang.

Pak Yudi menyampaikan materi tentang penilaian kinerja guru

Pak Yudi menyampaikan materi tentang penilaian kinerja guru

Sesi terakhir adalah pemaparan materi dari Pak Kamarudin tentang kiat membangun supertim. Beliau menyimpulkan bahwa beberapa kegiatan yang dilakukan selama pelatihan sudah menggambarkan kerja supertim. Beliau juga berharap agar supertim tetap harus dijaga dan ditingkatkan mutunya, agar pencapaian visi dan misi yayasan dapat tercapai dengan optimal.

Pak Kamarudin menyampaikan materi tentang kiat membangun supertim
Tibalah saatnya penutupan. Namun sebelumnya peserta diajak untuk bermain angklung, termasuk ketua yayasan, pembina, pengawas, pengurus dan kepala bidang ikut serta.

Kiat Membangun Super Tim Dari Pak Kamarudin

Kiat Membangun Super Tim Dari Pak Kamarudin

Permainan angklung ini sebagai simbolisasi dari kerja supertim dan sinergi. Setiap peserta memegang satu buah angklung, dan memainkannya saat nada yang dipegangya harus berbunyi. Ternyata, walaupun banyak peserta yang baru pertama kali bermain angklung, mereka dapat bermain dengan sangat baik mengikuti irama dan nada yang ditentukan. Permainan ini melatih disiplin, percaya diri, serta kerjasama yang baik diantara para pemain lainnya.

Menciptakan harmonisasi dengan bermain angklung bersama

Menciptakan harmonisasi dengan bermain angklung bersama

Selanjutnya adalah amanat dan pengarahan dari ketua dan pembina yayasan al muslim. Beliau berdua merasa puas dan menilai positif kegiatan pelatihan ini, bahkan berharap ada tindak lanjut agar ilmu kepemimpinan dapat diaplikasikan dalam keseharian. Wassallam. (DS)

By kangdidisuradi - Jika Ingin berhasil harus berani menerima tantangan

Kemarin, Hari ini dan Besok

Oleh : Didi Suradi, M. Pd
Dunia berubah. Bahkan perubahan itu terjadi setiap detik dan tak perlu menunggu kita siap atau tidak menghadapi perubahan itu. Sesuatu yang bersifat alamiah dan pasti akan terjadi. Semua mahluk akan mengalaminya, suka ataupun tidak.
Jika hari ini aktifitas kita tidak lebih baik dari kemarin, maka kita sudah tertinggal dari perubahan itu. Berarti ada waktu yang kita sia-siakan. Lalu bagaimana dengan besok? Apakah kita tidak memiliki satupun catatan yang akan dilakukan? Jika besokpun aktifitas kita sama persis dengan hari ini, maka celakalah kita. Semakin tertinggal jauh dari perubahan itu.
Ayo lebih bersemangat memperbaiki kualitas kehidupan kita. Jangan Cuma bisa bermimpi, tapi berusahalah untuk meraihnya. Tentunya sesuaikan dengan kemampuan kita.

By kangdidisuradi - Jika Ingin berhasil harus berani menerima tantangan

KEGAGALAN SEBUAH PROSES TRANSFORMASI

OLEH : DIDI SURADI, M. Pd

Transformasi adalah sebuah proses perubahan. Tentunya perubahan untuk memperbaiki suatu keadaan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Lalu siapa yang paling bertanggungjawab dalam proses ini?
Suatu organisasi memerlukan pemimpin yang mampu melakukan proses transformasi, sehingga disebut kepemimpinan transformasional. Kebanyakan orang sangat nyaman dengan kondisi yang sudah ada. Mereka menganggap kondisi tersebut sebagai sesuatu yang sudah mapan. Padahal diluar sana, banyak sekali hal baru yang selalu berubah dalam hitungan detik. Apakah kenyataan ini akan kita biarkan?
Pemimpin adalah orang yang pertama kali harus tanggap dengan perubahan. Bukankan dalam agama diajarkan, jika hari ini sama dengan kemarin berarti kerugian? Dan jika hari ini lebih buruk dari kemarin berarti celaka? Maka esok harus lebih baik dari hari ini. Artinya, agamapun mengajarkan kepada kita untuk selalu melakukan transformasi.
Namun, sebuah proses transformasi harus dilakukan dengan hati-hati. Transformasi harus ditumbuhkan dari kesadaran individu bukan melalui proses pemaksaan kehendak. Hal ini justru akan mematikan semangat melakukan transformasi. Pemimpin yang kharismatik dan disegani bawahannya akan memudahkan proses ini. Sebaliknya pemimpin yang tidak memiliki integritas dan nampak tidak berwibawa di mata bawahannya akan sulit melakukan transformasi, kecuali mengandalkan powernya. Disinilah pentingnya memilih pemimpin yang memiliki kemampuan lebih dibandingkan bawahannya.
Kesimpulan dari tulisan ini adalah, proses transformasi tidak akan sukses dijalankan jika tidak dari kesadaran. Pemaksaan kehendak hanya efektif dalam jangka pendek, selanjutnya akan hilang. Sebaliknya dengan kesadaran, transformasi bagaikan sebuah sistem yang bekerja secara otomatis. Ingat, setiap orang memiliki idealisme, maka tumbuhkan sisi idealisme itu untuk melakukan transformasi agar berjalan baik. Terimakasih.

By kangdidisuradi - Jika Ingin berhasil harus berani menerima tantangan

Catatan Akhir 2014.

oleh : Didi Suradi, M. Pd

Yang menggembirakan di 2014 adalah, Hanif sudah bisa mengikuti proses pembelajarannya di SD kelas satu dengan baik. Tidak seperti yang dikhawatirkan sebelumnya, ternyata dia cepat sekali beradaptasi. Kemampuan baca, tulis, berhitung dan keterampilannya berkembang dengan sangat baik. Bahkan semangat belajarnya luar biasa. Apresiasi sangat besar buat kedua ibu gurunya.
Sementara itu Zaidan memiliki prestasi yang membanggakan baik secara akademik maupun non akademik. Di kelasnya, Ia selalu mendapatkan peringkat satu. Karena prestasinya ini, kami bisa menghemat jutaan rupiah untuk biaya sekolahnya. Beberapa lomba juga dia ikuti untuk mewakili sekolahnya, bahkan menjadi juara pertama sudah pernah didapatnya.
Begitu juga dengan Akhdan. Meskipun dia tidak berada pada peringkat kelas yang baik, tapi prestasi belajarnya terus menunjukkan progres. Dia selalu punya keinginan untuk berada di peringkat sepuluh besar, dan dia benar-benar meraihnya.
Sementara Alisha?
Dia masih harus banyak belajar. Kata orang dia agak lambat membaca dan menulis. Padahal dia sudah TK B dan saat ini sedang persiapan masuk SD. Tapi apakah itu salah? Tentunya sama sekali tidak. Kami yang salah. Memang belum saatnya dia menguasai itu semua.
Kami tahu Alisha anak yang cerdas. Bahkan sangat cerdas. Kami yakin, Alisha akan mendapat prestasi yang baik nantinya. Yang perlu kami lakukan adalah sabar dalam memberikan tahapan pembelajaran padanya. Alisha pasti bisa membaca, menulis dan berhitung. Tak perlu terburu-buru, karena kami juga harus mempersiapkan motivasi dia untuk mencintai buku setelah bisa membaca nanti.
Yang paling menggembirakan diakhir 2014 adalah, Hanif Sudah dikhitan. Satu persatu beban pikiran diselesaikan. Saat ini tinggal mengajarkan tatacara beribadah yang lebih baik lagi padanya.
Walau banyak keinginan yang belum bisa diraih di 2014, tapi setidaknya kami sudah berusaha sekuat tenaga. Mungkin Allah punya rencana lain untuk kami.
Untuk 2015. Tidak banyak yang kami mau. Harapannya, Ibu bisa segera seselaikan tesisnya dan wisuda. Zaidan bisa masuk SMA yang dia mau. Dan yang paling penting, kami sekeluarga diberikan KESEHATAN. Amin.

By kangdidisuradi - Jika Ingin berhasil harus berani menerima tantangan

Burnout

Tulisan : Didi Suradi, M. Pd

Sebuah bangunan yang tampak kokoh dari luar, tetapi dalamnya hangus terbakar. Demikianlah perumpamaan istilah burnout.
Seorang pegawai yang mengalami burnout mungkin akan tetap terlihat gagah dan ceria dalam penampilan fisiknya, tetapi sesungguhnya Ia sedang menyembunyikan sebuah ketidakpuasan dalam hatinya. Ketidakpuasan ini dapat berupa kejenuhan terhadap rutinitas pekerjaannya..
Burnout biasanya dialami oleh pegawai yang masa kerjanya sudah lama. Ia sudah mengalami beberapa kali masa pergantian kepemimpinan, namun keberadaannya tidak mengalami banyak perubahan. Ia menjadi tokoh senior namun eksistensinya dapat dikalahkan oleh pegawai baru.
Seberapa bahaya Burnout?
Pegawai yang mengalami burnout dapat terlihat dari menurunnya kinerja. Ia akan tampak malas-malasan, tidak aktif, monoton,dan dapat menjadi virus bagi pegawai lainnya.
Beberapa hal yang menyebabkan burnout :
1. Kepemimpinan yang otoriter, superior, one man show sehingga mematikan kreativitasnya
2. Pekerjaan yang monoton dan kurang menantang
3. Tekanan dan ancaman dari atasan
4. Ketidakpastian atas jenjang karir
5. Beban kerja melebihi kemampuannya
6. Keterbatasan sarana kerja
7. Tekanan finansial, gaji yang pas pasan
8. Merasa kurang dihargai, tidak didengar pendapatnya, dsb
Pegawai yang mengalami burnout perlu pengakuan atas eksistensinya. Berbagai tekanan dalam hidup dapat memperburuk kondisi burnout. Karena itu diperlukan pendekatan yang lebih bijaksana dari semua manajemen ketika menghadapi pegawai yang mengalami burnout.
Wallahu’alam.

By kangdidisuradi - Jika Ingin berhasil harus berani menerima tantangan

Haruskah Karena Dampak Negatif, Anak-Anak Dilarang Berinternet?

Oleh : Didi Suradi, M. Pd

Dari obrolan dengan rekan-rekan guru dari berbagai sekolah, diketahui bahwa ada sekolah yang melarang siswa-siswanya menggunakan internet untuk pembelajaran. Mengapa demikian? Alasannya khawatir siswa-siswa menggunakan internet untuk hal-hal negatif, misalnya membuka situs porno dan kekerasan. Apakah alasan ini cukup rasional?
Kedahsyatan internet sudah tidak dapat dibendung lagi, apalagi siswa-siswa kita adalah digital native atau pelaku asli dunia digital. Keseharian mereka menggunakan internet untuk game, whatsApp, BBM, Facebook dan sebagainya. Internet berada dalam genggaman mereka. Bagaimana mungkin sekolah melarangnya, padahal internet adalah kebutuhan pokok mereka.
Berada pada jaman yang serba cepat, membuat kita selalu mengupdate berbagai hal agar tidak tertinggal, dan hal ini mengharuskan kita menggunakan internet. Lalu bagaimana dengan dampak negatifnya? Siapa yang bisa menjamin para siswa tidak membuka situs porno? Bukankah rasa ingin tahu mereka sangat besar? Dampak negatif internet memang tidak bisa dipungkiri, tetapi melarang siswa menggunakan internet untuk pembelajaran bukan hal yang bijaksana.
Ada prasyarat yang dapat disepakati oleh seluruh civitas akademika , antara lain pihak sekolah, siswa dan orangtua mengenai penggunaan internet, bahwa untuk menangkal dampak negatif internet adalah memberikan pemahaman tentang internet sehat. Jadi, langkah pertama yang harus dilakukan sekolah adalah memberikan pelatihan tentang internet sehat pada guru, orangtua dan siswa. Lalu buat komitmen bersama bahwa internet adalah teknologi yang sangat dibutuhkan manusia yang sangat dibutuhkan manusia untuk melakukan hal-hal yang baik.
Beberapa hal lainnya yang dapat dilakukan sekolah dalam menggunakan internet untuk pembelajaran, misalnya :
1. Sebelum memberi tugas browsing pada siswa, pastikan guru sudah membuka situs-situs yang mungkin dituju oleh siswa.
2. Sepakati penggunaan “kata kunci” untuk masuk ke google atau youtube.
3. Siswa wajib mencantumkan “link” dan situs yang mereka copy
4. Berikan lembar kerja saat siswa membuka situs internet. Hal ini agar aktivitas otak dan fisik siswa bekerja bersama-sama sehingga siswa tetap konsentrasi pada materi yang harus dikerjakannya.
Selamat berinternet ria. Internet adalah kebutuhan pokok masa kini.

By kangdidisuradi - Jika Ingin berhasil harus berani menerima tantangan

Pemimpin Kharismatik

Oleh   : Didi Suradi, M. Pd

Bawahan yang lebih cerdas secara akademis dibandingkan pemimpinnya akan cenderung menyepelekan setiap perintah dan kebijakan yang diambil sang pemimpin. Dengan sangat yakin bawahan ini menganggap kebijakan yang diambil pemimpin kurang memiliki bobot keilmuan ataupun sangat dangkal. Ia akan berusaha mencari segudang argumentasi ilmiah untuk membantah kebijakan ini.

Tipe bawahan seperti ini akan cenderung untuk mengambil hati si pemimpin agar percaya kepadanya. Maka sang bawahan akan berusaha sekuat tenaga untuk selalu dekat dengan pemimpinnya, atau dengan kata lain Ia akan berusaha cari muka. Di depan pemimpin bersikap baik, tetapi dibelakangnya bergerilya menjatuhkan. Sementara itu disisi lain, sang pemimpin akan selalu dibayang-bayangi oleh sosok bawahan ini. Ia akan selalu bimbang bahkan takut ketika harus mengambil sikap. Bantahan  dari bawahannya menjadi sebuah teror menakutkan. Masalah yang muncul adalah, pemimpin akan selalu merasa sungkan pada bawahannya. Kondisi ini sangat terbalik dari yang seharusnya. Lalu siapa yang salah?

Inilah alasan mengapa pemimpin harus lebih cerdas dari bawahannya. Argumentasi yang menyatakan bahwa menjadi pemimpin cukup dengan pengalaman saja ternyata tidak cukup kuat. Bawahan yang cerdas biasanya sangat peka terhadap perubahan, sedangkan pemimpin yang mengandalkan pengalaman selalu merasa nyaman dengan kondisi yang ada, sehingga enggan mencoba banyak hal baru. Inilah yang membedakan keduanya.

Dibanyak organisasi kondisi seperti ini biasa terjadi. Meskipun kehidupan oraganisasi sepertinya berlangsung dengan baik, tetapi kenyataannya penuh dengan ketegangan. Namun banyak juga bawahan yang lebih cerdas dari pemimpin, tetapi tetap merasa hormat dan sungkan pada pemimpinnya. Hal ini disebabkan kharisma yang dipancarkan dari sosok pemimpin begitu kuat. kharisma ini memunculkan kewibawaan. Kharisma akan mengubah sikap arogan bawahan menjadi sikap hormat dan patuh. Perbedaan sikap dan pandangan yang dimilikinya akan disampaikan dengan cara yang sopan dan kompromis.

Jadi, pemimpin yang tidak lebih cerdas dari bawahan, tetap bisa melanjutkan kepemimpinan dengan baik jika memiliki kharisma dan kewibawaan. Hal ini dapat diperoleh dengan cara meningkatkan rasa percaya diri dan hilangkan sikap sungkan pada bawahan. Hal lainnya adalah miliki kemauan untuk terus belajar dan peka terhadap perubahan. Wallahu’alam.

By kangdidisuradi - Jika Ingin berhasil harus berani menerima tantangan