Waspadai ambisi pribadi

Oleh : Didi Suradi, M. Pd

 Suasana organisasi yang harmonis dan kondusif bisa rusak seketika. Nuansa romantis dan saling mengumbar pujian yang selama ini dirasakan, akan musnah. Serangkaian target yang telah ditetapkan akan meleset. Hal ini dikarenakan ada ambisi pribadi. Seseorang telah keluar dari barisan yang ditetapkan. Jalan panjang yang terbentang lurus di depan, telah berubah menjadi jalan bercabang dan berliku.

Setiap orang harus merelakan kepentingan pribadinya demi kepentingan bersama. Kembangkan sisi-sisi idealisme yang selama ini dibangun bersama. Berjalanlah sesuai kesepakatan yang telah ditetapkan, jangan seenaknya sendiri. Jika keberatan terhadap sebuah keputusan, bersikaplah elegan. Jadilah pribadi cerdas namun santun. Musyawarahkan dengan transparan sehingga hasilnya akan memberikan kepuasan bagi semua pihak.

Berikan kepercayaan penuh pada setiap orang. Jalankan fungsi sesuai dengan wewenang dan tanggungjawab yang diemban. Mengontrol pekerjaan oranglain hanya sebatas memberikan masukan, bukan menghakimi. Kalau orang lain bisa salah, begitupun dengan diri kita. Karena itu, hidupkan atmosfir positif thinking. Bersikap objektif akan lebih menghemat energi dibandingkan selalu melihat sisi jelek orang lain.

Pimpinan dulunya juga bawahan, dan akan kembali menjadi bawahan. Karena itu, jangan semena-mena dan memanfaatkan keadaan. Kebijakan membutuhkan ilmu pengetahuan, bukan berdasarkan ilham atau bisik-bisik. Karena itu masukan dari bawahan sangat diperlukan. Menjaring informasi tentang isu yang sedang berkembang harus pada sumber yang bisa dipertanggungjawabkan dunia akhirat. Apalagi jika menyangkut masa depan seseorang. Jadi, informasi dari office boy hanya sebatas tanggungjawabnya, informasi dari staff administrasi juga hanya sebatas tanggungjawabnya, begitupun informasi dari bagian yang lainnya. Jangan meluas pada masalah kehidupan pribadi. Karena kehidupan organisasi adalah entitas tersendiri dan merupakan kehidupan profesional.

Bawahan yang baik, adalah yang patuh pada perintah atasannya. Karena asumsinya atasan itu adalah seseorang yang lebih cerdas, lebih bijak, lebih adil dan lebih segalanya, maka tak ada alasan untuk membantahnya.

Jadi……………………………

About these ads
By kangdidisuradi - siapkan diri terima perubahan

7 comments on “Waspadai ambisi pribadi

  1. Jadi, jadi pimpinan tuh jangan asal. Harus amanah. Harus mampu mengayomi anak buah. Melindungi anak buah. Memberi contoh yang baik. Mandiri, agar anak buah juga meyakini. Harus adil, jangan lupa, hidup tidak hanya di dunia. Harus jujur, tidak boleh bo’ong mulu. Harus kreatif. Inovatif. Punya visi dan ambisi maju bersama, bukan maju sendiri. Apalagi ya?…

    • pemimpin yang sukses itu indikatornya membuat anak buahnya sukses juga, bukan sukses sendirian. kalau masih mencari kesuksesan untuk sendiri, jangan merasa sudah menjadi pemimpin yang berhasil. belajarlah dari cerita sukses para pemimpin dunia. atau sekolah lagi biar pinter. jangan-jangan anak buahnya pada sekolah dan rajin cari ilmu, pemimpinnya malah sibuk cari popularitas dan menyelamatkan kedudukan biar gak jatuh ke tangan orang lain di periode berikutnya. betul tidak? (gaya aa gym)

  2. seorang pemimpin itu selain cerdas pintar mengayomi juga memahami kebutuhan anak buahnya, …menjadi pemimpin hendaknya berkaca dan meneladani sang pembawa risalah kita Nabi Besar Muhammad SAW. Jika memang tidak bisa yaa….monggo… ndang turun saja……menjadi bawahan yang mungkin akan membawanya kembali sadar bahwa jabatan itu hanya amanah sementara yang kebetulan mampir dalam hidupnya.Anak buah punya kebebasan untuk berkreasi selama tidak keluar dari norma yang ada dalam dunia pendidikan, perusahaan dan lain sebagainya. Satu lagi pesanku untuk pemimpin pemimpin masa kini hendaklah tau kadar dan prioritasnya sebagai pemimpin. jadi “OJO DUMEH….WONG GEDE ORA BAKAL GEDE YEN ORA ONO WONG CILIK ” artinya………………..orang besar itu tidak akan menjadi besar jika tidak ada orang kecil …..tapi bukan ukuran tubuhnya…( bisa menyinggung orang kalo bicara ukuran tubuh he he he…….) Selamat bagi sang pemimpin yang sudah meneladani ROSULULLOH junjungan kita……………Bravo buat pemimpin yang benar benar adil……( ono ora yo nang kene ??????)

  3. hidup adalah belajar pa. mari kita belajar dari kesalahan banyak pemimpin yang hanya mementingkan dirinya sendiri, partainya sendiri, dan rekening gendutnya sendiri. Ayo kita pikirkan rekening kita juga, biar gendut diapain ya ngomong-ngomong?
    Emang enak ngomongin para pemimpin. Paling mudah, karena kita seharusnya mencontoh mereka, tapi mereka tak pantas lagi jadi contoh. Gontok2an sendiri mempertahankan jabatan. Tak lagi mampu membawa suara rakyat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s